SangHyang Tikoro – Fakta Gua Misterius Bandung

Sanghyang Tikoro

Asal kata Sanghyang atu sangiang ( Bahasa sunda ) bisa diartikan sesuatu yang dianggap suci,seperti dalam kata sanghyang widi berarti maha pencipta/dewa,sementara tikoro bisa diartikan dalam bahasa indonesia adalah tenggorokan,jadi apabila ditanya apa makna Sanghyang tikoro,maka jawaban paling mudah dicerna adalah dewa tenggorokan atau tenggorokan penguasa yang sangat disucikan keberadaanya.

Membicarakan tentang sejarah terbentuknya wilayah Bandung, sepertinya belum lengkap alias afdol apabila kita tahu sejarah atau hal ikhwal tentang Guayang ada di Sanghyang Tikoro. Gua bawah tanah yang dialiri oleh salah satu Sungai yang membelah wilayah Bandung yakni sungai Citarum ini sangatlah membuat kita penasaran dan terpancing untuk mengetahuinya,karena memang fakta hingga detik sekarang,apabila kita mencoba mengungkap sanghyang tikoro ini selalu dihinggapi rasa yang aneh dan takut untuk mengungkap fakta yang sebenarnya,apa yang telah terjadi di saat bandung zaman dahulu/purba dan juga misteri apa yang ada di dalamnya.

sanghyang tikoro

sanghyang tikoro

Jujur penulis juga pernah merasakannya,meskipun penulis pernah tinggal 20 tahun di daerah Soreang Bandung,namun tak pernah ada satu pun teman atau rekan kerja penulis yang warga bandung asli,mencoba mengajak bahkan mengenalkan sejarah dari Sanghyang tikoro ini sedikitpun.Hanya satu hal yang bisa ditangkap dari sekian obrolan dan cara pandang mereka warga pribumi bandung adalah,tempat wisata alam di Bandung yang sesungguhnya menyimpan potensi yang sangat luar biasa ini yakni,sangat menyeramkan karena penuh dengan hal mistis dan sangat tertutup informasinya untuk umum.Yang pasti mereka sangat tahu,bahwa tempat itu adalah cikal bakal kota Bandung berada,dan konon katanya dari situ pulalah kota bandung akan hilang kembali..?!!

Nah berbekal rasa penasaran serta tuntutan penulis yang merupakan admin dari blog Tempat Wisata di Bandung ini,yang punya tugas memberikan setiap informasi penting tentang tempat-tempat terbaik dan indah di Bandung untuk anda atau yang memerlukan informasi,maka seperti memaksa penulis untuk mengumpulkan sejumlah informasi tentng latar belakang sejarah dari sanghyang tikoro ini,dan berikut adalah petikan informasi yang berhasil penulis dapatkan,semoga bisa menambah wawasan anda tentang objek wisata di Bandung barat ini lebih dalam sekaligus bisa membuka wawasan bahwa sanghyang tikoro tidaklah angker dan kita bisa datang ke sana dengan tujuan wisata yang bisa membuat kita nyaman tanpa ada kekhawatiran atau rasa takut berlebih lagi.

Sejarah Gua Sanghyang Tikoro

Sejarah Bandung Purba mencatat,Sekitar 20-30 juta tahun yang lalu wilayah yang terletak di antara kecamatan Rajamandala dengan kecamatan Cipatat, Bandung Barat bersebelahan dengan PLTA Saguling sekitar 17km dari pusat bendungan dan ada diwilayah turbin terakhir ini adalah wilayah perairan danau Bandung dengan terumbu karang indah dengan kedalaman sekitar 10 hingga 20 meter. Fakta sejarah menyebutkan bahwa Terbentuknya gua bawah tanah ini membuktikan bagaimana luar biasa hebatnya proses erosi dari aliran Citarum yang deras sehingga mampu melubangi batuan kapur yang ada di wilayah ini.

Seperti diungkap fakta yang menyebutkan bahwa Aliran Citarum itu ternyata memiliki 2 cabang. Satu cabang mengalir ke arah kiri, seperti sungai terbuka biasa, yang satu lagi ke arah kanan, dimana airnya menghilang ditelan gua batu kapur Pasir Sangiangtikoro, menjadi terowongan/sungai bawah tanah. Batuan kapur di Sangiangtikoro disebut batu gamping, batu kapur, atau batu karang. Batuan kapur memiliki banyak rekahan yang memudahkan air menyelinap mengisi retak-retak setipis selaput buah salak sekali pun.Batu kapur itu sendiri merupakan hasil kegiatan organik, kehidupan laut, seperti hewan dan tumbuhan laut. hampir mirip halnya dengan peristiwa sejarah sekitar 23 juta tahun yang lalu, yang mana Pulau Jawa belum seluruhnya muncul di permukaan laut. Binatang koral mengendap di laut dangkal yang jernih antara Tagogapu Rajamandala – Palabuanratu.Batu kapur yang bahan proses terbentuknya adalah terdiri dari kalsium karbonat (CaCO3). Batuan kapur ini dapat larut dalam air yang menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) yang berasal dari atmosfer, yang pada umumnya terdapat di semua perairan permukaan. Sungai bawah tanah Sangiangtikoro adalah hasil proses pelarutan sehingga dipercaya sebagai tempat bobolnya Danau Bandung Purba dan sering disebut Sanghyang Tikoro Rajamandala

sanghyang tikoro

sanghyang tikoro

Gua Sanghyang tikoro yang diyakini memiliki panjang kedalaman di bawah tanah hingga lebih dari 800 meter ini juga,telah diyakini oleh seorang ahli geologi berkebangsaan belanda van Bemmelen sebagai tempat bobolnya Danau Bandung Purba.Menurutnya,ada kesamaan atau hubungan urutan sejarah,antara kejadian munculnya gunung tangkuban perahu dengan legenda cerita rakyat Sangkuriangnya dengan proses geologi di wilayah Bandung.Lantas pendapat Van bemmelen pun diamini oleh hampir semua ahli geologi indonesia seperti J.A. Katili, sehingga semua guru lulusan B-1 Ilmu Bumi yang memakai buku Geologi Indonesia memercayai pula bahwa Danau Bandung Purba bobol di tempat wisata bandung yang menarik dan penuh misteri ini yakni Sanghang tikoro.

Menurut sumber di wikipedia kisah atau cerita rakyat Legenda Sangkuriang sangat mirip alias sesuai dengan fakta geologi terciptanya Danau di Bandung dan Gunung Tangkuban Parahu.Penelitian geologis mutakhir menunjukkan bahwa sisa-sisa danau purba sudah berumur 125 ribu tahun. Danau tersebut mengering 16.000 tahun yang lalu.Telah terjadi dua letusan Gunung Sunda purba dengan tipe letusan Plinian masing-masing 105.000 dan 55.000-50.000 tahun yang lalu. Letusan plinian kedua telah meruntuhkan kaldera Gunung Sunda purba sehingga menciptakan Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang (disebut juga Gunung Sunda), dan Gunung Bukittunggul.melihat fakta tersebut Adalah sangat mungkin bahwa orang Sunda purba memang telah menempati dataran tinggi Bandung dan menyaksikan letusan Plinian kedua yang menyapu pemukiman sebelah barat CiTarum (utara dan barat laut Bandung) selama periode letusan pada 55.000-50.000 tahun yang lalu saat Gunung Tangkuban Parahu tercipta dari sisa-sisa Gunung Sunda purba.

Nah,demikianlah sepenggal kisah atau sejarah dari tempat wisata di Bandung barat Gua Sanghyang Tikoro,untuk halaman selanjutnya penulis akan memberikan info wisata bandung yang terkenal angker menurut warga bandung dan sekitarnya kepada anda,silahkan buka kembali halaman-halaman di bawah ini, dan kita mulai dengan Misteri Gua Sanghyang Tikoro terlebih dahulu.

Loading...