Babakan Siliwangi -Info Alamat,Rute Jalan,Tiket Masuk Baksil Bandung

Loading...

Babakan Siliwangi – Apakah anda sedang mencari tahu Tempat Wisata di Bandung yang menawarkan kesejukan alam di tengah kota Bandung ? Jika iya, maka inilah salah satu kawasan wisata alam di tengah kota Bandung, yang populer dengan nama Baksil alias Babakan Siliwangi Bandung.

Halo sahabat traveler’s, jumpa lagi dengan kang Dian, penulis blog informasi seputar Wisata Bandung dan sekitarnya yang pada kesempatan kali ini akan mereview salah satu kawasan Ruang Terbuka Hijau (Green Area Public), Babakan Siliwangi.

Nah seperti apakah daya tarik wisata dari Baksil Bandung ini ? fasilitas wisata apa saja yang bisa anda dinikmati jika berkunjung ke sana ? berapa Harga Tiket Masuknya ? dimana alamat dan cara mengaksesnya ? yuk simak saja kupasannya di bawah ini.

Babakan Siliwangi ( Baksil )

Babakan Siliwangi Bandung

Suasana Malam di Baksil Bandung yang Indah Eksotis dan Romantis

Sahabat traveler’s, Sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern yang hidup di zaman sekarang, masyarakat di perkotaan pada umumnya sekarang sudah mulai melek dan sangat mendambakan keberadaan kawasan Ruang Terbuka Hijau seperti sebuah Taman Kota yang hijau dan nyaman ditinggali.

Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari alasan sudah mulai sadarnya masyarakat perkotaan dewasa ini yang menyadari akan pentingnya ruang terbuka hijau yang bisa dijadikan tempat aktifitas seperti refreshing warga di tengah kota serta menetralisir polusi udara.

Dengannya, maka Ruang hijau seperti taman kota tersebut akan mampu menghasilkan oksigen atau udara bersih dan sehat serta memberikan keindahan serta udara kota tetap selalu terjaga kesegarannya, dari pepohonan hijau yang tumbuh di sana.

Nah, salah satu lokasi atau ruang terbuka hijau yang selalu dijaga keberadaannya dan dari waktu ke waktu terus dibenahi oleh pemkot Bandung agar semakin indah dan bisa dijadikan sebagai destinasi wisata adalah Babakan Siliwangi.

Sahabat traveler’s, Taman Kota yang sekaligus sebagai Ruang Terbuka Hijau di Bandung ini berlokasi di Jalan Siliwangi No 7 Lebak Siliwangi, Coblong, Kota Bandung Jawa Barat Indonesia, sebuah tempat yang berada di kawasan jalan Taman Sari.

Keberadaan Baksil ini adalah melengkapi Green Area yang bisa dinikmati warga kota Bandung dan juga wisatawan yang ingin menikmati kawasan hijau terbuka yang lainnya mulai dari Teras Cikapundung, Skywalk Cihampelas serta Taman-taman di kota Bandung seperti ;

Mulai dari Taman Pustaka Bunga Kandaga Puspa, Taman Lansia, Taman Jomblo, Taman Labirin, Taman Veteran, Taman Vanda, Taman Lalu Lintas, Taman Film , Peta Park Bandung, Taman Music Centrum dan masih banyak yang lainnya.

Sehingga keberadaannya bisa jadi alternatif Tempat Wisata yang menarik di Bandung bagi anda yang mencintai keindahan serta kesejukan alam khas Bandung, seperti yang biasa anda temukan di sekitar Tempat Wisata di Lembang seperti Taman Begonia, Taman Bunga Cihideung atau Rumah Bunga Rizal serta di Tempat Wisata di Ciwidey ada Barusen Hills atau di Kampung Tulip dll.

Sejarah Babakan Siliwangi Bandung

Sahabat traveler’s, Babakan Siliwangi atau yang dikenal disingkat dengan Baksil adalah salah satu kawasan wisata hutan yang ada kota di Bandung, lokasinya masuk wilayah administratif Kelurahan Babakan Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Kawasan Babakan Siliwangi memang lokasinya tidak jauh dari pusat kota ( Bandung Utara ), yang membuat Babakan Siliwangi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang paling terjangkau oleh masyarakat kota Bandung.

Keberadaan Babakan Siliwangi sebagai RTH juga membuat kawasan ini menjadi paru-paru kota sekaligus Tempat Wisata di Bandung bagi warga kotanya dan juga wisatawan yang sedang liburan ke kota Kembang.

Sahabat traveler’s, Babakan Siliwangi memiliki luas area seluas tidak kurang 3.8 hektar, dimana didalamnya merupakan habitat hidup berbagai satwa yang melengkapi ekosistem yang telah ada, seperti halnya yang bisa anda temukan di Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi.

Dalam perkembangannya, sejarah tata kelola Babakan Siliwangi banyak menuai kontroversi, terutama dengan adanya planning pengalihan yang akan mengelola Babakan Siliwangi kepada pihak swasta yang mana ditujukan untuk tujuan Komersialisasi.

Kawasan Babakan Siliwangi sendiri adalah kawasan lembah yang dibentuk Sungai Cikapundung sejak puluhan ribu tahun yang lalu, sehingga banyak masyarakat Bandung yang menganggap kawasan ini dianggap sebagai warisan Tempat Wisata alam di Bandung yang masih tersisa.

Pada zaman kolonialisme Belanda, kawasan Baksil Bandung ini sudah ada dan dikenal sebagai kawasan sabuk hijau Kota Bandung dengan nama Lebak Gede.

Dengannya, maka tercatat pada tahun 1920, sejumlah orang yang berkompeten dan bertanggung jawab terhadap tata kelola kota Bandung membuat rencana menjadikan kawasan ini sebagai hutan kota sekaligus perkebunan terbuka bagi masyarakat.

Grand Design Baksil pada waktu itu tidak hanya membiarkan kawasan ini tetap sebagai kawasan hijau yang rimbun dengan pepohonan, akan tetapi juga membuat beberapa fasilitas lain di dalamnya seperti taman botani yang disebut sebagai Tamansari di bagian selatan Lebak Gede dan juga fasilitas kebun binatang, yang saat ini dikenal dengan Kebun Binatang Bandung.

Di bagian lain Lebak Gede yang sejajar dengan Jalan Cihampelas ( Cihampelas Walk ), para arsitektur membuat pemandian, taman bunga dan kolam ikan yang kemudian kita kenal dengan Pemandian Cihampelas.

Bahkan tercatat, pada saat atau masa penjajahan Jepang, pernah ada rencana untuk membangun sebuah museum di kawasan Babakan Siliwangi ini, tetapi rencana tersebut tidak bisa terwujudkan hingga Jepang mengakhiri pendudukannya di Indonesia.

Nah sahabat traveler’s, Paska bangsa Indonesia merdeka, maka pengelolaan selanjutnya kawasan Lebak Gede ini dikendalikan langsung oleh pemerintah kota Bandung.

Seiring perkembangan zaman, Kota Bandung berubah menjadi kota yang cukup besar dengan pertumbuhan penduduk yang jga semakin padat, maka pemerintah kota Bandung pun mengambil inisiatif dengan mengubah fungsi Lebak Gede menjadi kawasan paru-paru kota.

Namun di sisi lain, timbul juga keinginan dan tantangan, dimana pemerintah maupun pengusaha ada upaya untuk mengalihkan fungsikan Lebak Gede karena letaknya yang strategis dan dekat dengan pusat keramaian sebagai pusat komersial.

Akhirnya pada waktu itu sempat muncul ada upaya pengembangan fisik di kawasan ini pada masa pemerintahan Wali Kota Otje Djundjunan (1971-1976).

Sahabat traveler’s, Kawasan Lebak Gede diubah namanya menjadi Lebak Siliwangi/Babakan Siliwangi dan kawasan ini dijadikan objek wisata melalui pendirian Rumah Makan Sunda di Bandung yakni Babakan Siliwangi yang menyediakan berbagai macam masakan Sunda.

Menyusul kemudian, pembangunan beberapa sanggar dan pusat kesenian budaya di kawasan ini guna menunjang fasilitas rekrekasi bagi para turis dan wisatawan.

Sanggar ini didirikan atas prakarsa dari seniman Popo Iskandar, Barli, Tony Yusuf serta beberapa seniman lainnya yang akhirnya diresmikan sebagai Sanggar Olah Seni (SOS) pada tahun 1982 oleh Dirjen Pariwisata Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi saat itu, Joop Ave yang akhirnya menjadi Menteri Pariwisata.

Di awal tahun 1990, pembangunan fisik di Kawasan Babakan Siliwangi terus dilakukan dengan dibangunnya Sasana Budaya Ganesha ( Sabuga Bandung ) sebagai bagian dari perluasan dan fasilitas Institut Teknologi Bandung.

Pada tahun 2001, upaya pembangunan fisik di Babakan Siliwangi terus dilakukan ketika Walikota Bandung Aa Tarmana, merencanakan pembanguan pusat wisata terpadu di kawasan Babakan Siliwangi.

Kawasan wisata terpadu ini rencananya terdiri dari apartemen, pusat perbelanjaan, wahana kawula muda, pusat seni, serta rumah makan.

Bahkan pada saat itu, pemerintah Kota Bandung sudah menunjuk pisak pelaksana yaitu sebuah developer swasta yakni PT. Esa Gemilang Indah (EGI) untuk menjalankan rencana komersialisasi tersebut.

Tapi Rencana tersebut mengundang pro dan kontra dari masyarakat, ada kelompok yang mendukung mengubah Babakan Siliwangi menjadi tempat pariwisata tetapi ada juga kelompok yang ingin menjaga kawasan Babakan Siliwangi tetap sebagai hutan kota, bukan sebagai tempat wisata.

Di tengah kontroversi yang terus terjadi, pada tahun 2003, Restoran Babakan Siliwangi yang sudah ada sejak tahun 1970-an terbakar. Praktis tempat wisata di tempat ini hanya meninggalkan reruntuhan bekas kebakaran serta sanggar seni SOS dan MitraArt Centre.

Kontroversi kembali muncul menjelang berakhirnya kontrak kerjasama PT. EGI dengan pemerintah kota Bandung pada tahun 2008. Masih ada tarik ulur antara pemerintah kota, masyarakat dan juga PT. EGI.

Di satu sisi ada pihak yang mendukung untuk menata Babakan Siliwangi dengan mendirikan beberapa fasilitas wisata tetapi ada juga pihak yang menentang hal tersebut dan menginginkan Babakan Siliwangi tetap sebagai hutan kota, apalagi tuntutan ini sesuai dengan Undang-Undang yang mengamanatkan agar setiap kota memiliki RTH seluas 30%.

Di tengah kontroversi tersebut, pada 27 September 2011, PBB mendeklarasikan Babakan Siliwangi sebagai hutan kota dunia.

Pada tanggal 18 Oktober 2013, Pemerintah Kota Bandung melakukan pemutusan kerjasama dengan PT. EGI dalam hal pengelolaan kawasan Babakan Siliwangi sehingga sejak saat itu, pengelolaan Babakan Siliwangi sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung.

Selanjutnya, Babakan Siliwangi akan dijadikan hutan kota yang bebas diakses oleh masyarakat.

Guna mendukung rencana tersebut, pada bulan Februari 2014, Pemerintah Kota Bandung menyelenggarakan sayembara terbuka untuk menata hutan kota Babakan Siliwangi sehingga Babakan Siliwangi dapat menjadi hutan kota berkelas dunia.

Daya Tarik, fasilitas dan Kegiatan Wisata Menarik di Babakan Siliwangi

Sahabat traveler’s, saat ini kawasan Babakan Siliwangi sangat populer dan telah menjadi tempat favorit warga kota Bandung, terutama kawula muda, sehingga setiap akhir pekan dan musim liburan selalu ramai dikunjungi bahkan wisatawan luar kota pun tidak sedikit yang singgah ke sini.

Sebagai salah satu sumber resapan dan sumber mata air bagi warga bandung selain Situ Lembang, di kawasan ini setiap pengunjung bisa mengeksplorasi setiap sudut keindahan dan kesejukan tempat ini dengan berbagai macam kegiatan yang sangat menarik dan menyehatkan.

Di sini terdapat fasilitas Forest Walk Baksil yang panjangnya dijamin akan membuat cukup bagi siapa pun untuk mengeluarkan keringat ketika melewatinya, tidak akan kalah seru dan asyik ketika melakukan Tea Walk di Kebun Teh di Bandung atau berpetualang Trekking di Geo Culture Trek Lembang atau Dago Pakar.

Di sini setiap akhir pekan, hari sabtu dan minggu, anda bisa menyaksikan sendiri tempat ini banyak dikunjungi oleh pengunjung yang melakukan Jogging Ria, dan mereka sangat menikmati dan bersemangat melakukannya hingga betah berlama-lama di sini.

Kegiatan wisata yang seru dan menarik lainnya di kawasan Babakan Siliwangi yang bisa anda nikmati adalah sering dilakukan acara yaitu adu kreatifitas terutama bagi para pecinta burung, yaitu lomba membuat sarang atau kandang bagi burung yang banyak beterbangan di sini, yang populer dengan nama Bird House.

Tidak hanya itu saja, di sini juga telah disiapkan fasilitas berupa tempat khusus bagi keperluan menggelar berbagai kegiatan lomba kesenian, yang biasanya rutin diadakan setiap bulan, seperti halnya yang biasa anda temukan di Dago Tea House atau Saung Angklung Udjo.

Sahabat bagi anda pecinta kegiatan Fotografi, anda juga jangan sampai melewatkan untuk datang ke Babakan Siliwangi Bandung ini, kenapa demikian ? karena di sini banyak terdapat spot menarik yang idah yang bisa anda abadikan sebagai sebuah karya seni yang eksotis dan artistik.

Harga Tiket Masuk Babakan Siliwangi

Sahabat traveler’s, jika anda tertarik mengunjungi Tempat Wisata Alam yang lokasinya berada tepat di tengah kota Bandung ini, maka setiap pengunjung tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.

Berbeda jika tempat ini tidak berhasil dipertahankan sebagai Ruang Hijau Terbuka dan juga Paru-paru kota Bandung, maka sudah pasti Rp.3.000 orang harus siap-siap anda bayarkan kepada pihak swasta yang mengelolanya.

Alamat Babakan Siliwangi Bandung

Jalan Siliwangi No 7, Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung 40132, Jawa Barat Indonesia

Nomer Telepon Babakan Siliwangi Bandung

Untuk informasi kegiatan acara, reservasi jika anda hendak berkunjung secara rombongan atau informasi penting lainnya yang mungkin anda butuhkan, silahkan anda bisa menghubungi nomer telepon baksil bandung di (022)2501394

Jam Buka Babakan Siliwangi Bandung

Waktu operasional kawasan wisata Baksil Bandung ini adalah setiap hari, senin hingga minggu, selama 24 jam nonstop.

Peta Lokasi Babakan Siliwangi Bandung

Silahkan anda bisa melihatnya di sini

Rute Jalan Menuju Babakan Siliwangi Bandung

Sahabat traveler’s, akses menuju ke Baksil Bandung ini sangat lah mudah, dimana sahabat bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan juga mobil serta trabsportasi umum.

Bagi anda yang hendak naik kendaraan umum, maka sahabat bisa naik kendaraan angkutan kota dengan rute trayek Cicaheum – Ciroyom, kemudian silahkan turun di pintu masuk Sabuga jalan Babakan Siliwangi.

Nah sahabat traveler’s, demikianlah informasi seputar Sisa-sisa Eksotisme Tempat Wisata Alam di Bandung yang saat ini masih bisa anda nikmati bersama keluarga, teman atau berdua dengan pasangan, yaitu Baksil alias Babakan Siliwangi.

Babakan Siliwangi
Babakan Siliwangi Bandung

Place Name: Babakan Siliwangi

Place Description: Tempat Wisata Alam di Kawasan Bandung Utara Baksil

More...

  • Babakan Siliwangi
  • Fasilitas
  • Akses

Ringkasan

Nama : Babakan Siliwangi
Alamat : Jl.Siliwangi No 7 Bandung
Nomer Telepon : (022)2501394
Jam Buka : 24 Jam
Harga Tiket Masuk : Gratis
Fasilitas : Forest Walk

5.0
User Rating 5 (1 vote)
Sending
Comments Rating 0 (0 reviews)
Loading...