Kampung Adat Cikondang – Info Wisata Sejarah & Budaya Khas Bandung

loading...

Kampung Adat Cikondang – Apakah anda sedang mencari Tempat Wisata di Bandung yang Unik sebagai destinasi wisata bersama keluarga saat liburan nanti ? Coba kunjungi Kampung Adat Cikondang di Pangalengan Kabupaten Bandung.

Halo sahabat traveler’s, jumpa lagi dengan kang dian, penulis blog informasi seputar tempat-tempat wisata di Kota Bandung dan sekitarnya yang terkenal seperti Wisata Lembang, Wisata Ciwidey, Wisata Dago dan masih banyak yang lainnya.

Kali ini kang dian, akan sajikan anda informasi Pariwisata Bandung yang berbeda dari sebelumnya, yaitu bahasan seputar Tempat Wisata Budaya di Bandung yang Terkenal, Kampung Adat Cikondang.

Nah seperti apa daya tarik atau Ciri Khas wisata budaya warisan leluhur di Kampung Cikondang Bandung ? seperti apa sejarahnya ? dimana alamat, lokasi dan rute jalan menuju ke sana ? yuk simak di bawah ini.

Kampung Adat Cikondang

Kampung Adat Cikondang Pangalengan Bandung Selatan

Foto : gravity Adventure

Sahabat traveler’s, meningkatnya kesadaran masyarakat indonesia serta peran aktif pemerintah untuk menjaga kelestarian budaya dan warisan nenek moyang saat ini luar biasa pesatnya.

Khususnya di Jawa Barat, saat ini berkembang upaya berupa kesadaran masayarakat dengan pemerintah provinsi untuk menjaga adat istiadat dan budaya lokal khas tatar sunda jawa barat.

Salah satu buktinya yang saat ini bisa dilihat adalah mengkonservasi tempat-tempat yang menjadi pusat kebudayaan atau kebiasaan dan ciri khas sebuah lingkungan masyarakat di suatu tempat seperti kampung-kampung adat seperti di Situs Batu Kerajaan Kendan di Nagrek.

Di jawa barat sangat banyak sekali terdapat lokasi kampung-kampung adat yang merefresentasikan masyarakat yang masih memegang teguh ciri khas atau kebiasaan masyarakat tempo doeloe.

Nah salah satu Kampung Adat yang ada di Jawa Barat yang akan sekarang kita bahas ini adalah sebuah perkampungan adat yang masih kuat menjaga tradisi sunda di daerah Bandung adalah Situs Rumah Kampung Adat Cikondang.

Lokasi Kampung Adat Cikondang Bandung

Sahabat traveler’s, Tempat Wisata di Bandung selatan yang menarik Kampung Adat Cikondang secara administratif tempatnya masuk di dalam wilayah Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, jawa barat.

Adapun lokasi Kampung Cikondang ini sendiri berbatasan dengan Desa Cikalong dan Desa Cipinang (Kecamatan Cimaung) di sebelah utara, Desa Pulosari di sebelah selatan, desa Tribakti Mulya di sebelah Timur, dan di sebelah barat dengan desa Sukamaju.

Lokasinya juga tidak terlalu jauh dengan sejumlah Tempat Wisata di Pangalengan Bandung selatan seperti Gunung Puntang, Gunung Malabar, Gunung Nini, Curug Panganten, Situ Cileunca Pangalengan , Situ Cisanti dan Pemandian Air Panas Cibolang.

Sahabat traveler’s, Jarak tempuh dari pusat Kota Bandung ke Kampung Adat Cikondang ini sekitar 38 Kilometer, sedangkan dari pusat Kecamatan Pangalengan sekitar 11 Kilometer.

Lokasinya yang sangat mudah dijangkau, menjadikan Kampung Adat Cikondang  saat ini telah menjadi destinasi wisata budaya tradisional sunda di bandung yang populer dan banyak dikunjungi.

Daya tariknya tidak kalah dengan anda mengunjungi tempat wisata budaya di bandung lainnya seperti Saung Angklung Udjo , Desa Wisata Kampung Psir Angling Suntenjaya Lembang maupun yang biasa anda temukan di pusat bidaya jawa barat di Dago Tea House.

Rute Jalan Menuju Kampung Adat Cikondang

Sahabat traveler’s, Jarak dari Kota Bandung ke lokasi Kampung Adat Cikondang di Pangalengan ini berjarak sekitar 38 Kilometer, sedangkan jika dari pusat Kecamatan Pangalengan sendiri jaraknya sekitar 11 Kilometer lagi.

Jika anda berasal dari arah Kota Bandung, maka silahkan arahkan kendaran anda menuju ke arah Selatan melewati Kecamatan Banjaran dan Kecamatan Cimaung.

Anda akan melewati beberapa pusat wisata di bandung selatan yang terkenal seperti pusat perbelanjaan di bandung selatan Miko Mall Bandung, pusat kuliner Kopo Square, Wisata Belanja di Gang Nata Kopo Sayati dan Rumah Makan Sunda di Bandung Selatan, Kampung Sawah serta Kampung Batu Malakasari.

Jarak dari ruas jalan Bandung-Pangalengan yang berada di wilayah Kampung Cibiana ke Kampung Cikondang satu kilometer.

Sedang dari jalan komplek perkantoran PLTA Cikalong, melewati bendungan dengan tangga betonnya, selanjutnya melalui Kantor Desa Lamajang sekitar satu setengah kilometer.

Sejarah Kampung Adat Cikondang Desa Lamajang

Sahabat traveler’s asal usul atau sejarah dari Kampung Adat Cikondang sendiri berdasarkan informasi dari sang penjaga kampung adat yaitu Kuncennya, konon diambil dari nama sebuah mata air ( seke bahasa Sunda ) yang ditumbuhi pohon besar Kondang.

Nah oleh karena alasan itulah nama tempat ini populer dengan sebutan kampung Cikondang, dimana suku kata “Ci” diambil dari kata “cai” atau air dalam bahasa indonesia dan “kondang” dari nama pohonnya.

Lantas siapakah yang mendirikan perkampungan adat Cikondang di Pangalengan Bandung ini serta kapan waktunya ?

Masih menurut keterangan sang kuncen Kampung Adat Cikondang, tidak ada seorang pun hingga saat yang bisa menjelaskan secara tepat, kapan dan siapa yang pertama kali mulai membangun salah satu Desa Wisata di Bandung ini.

Namun jika mengacu kepada keyakinan yang berkembang di masyarakatnya sendiri, mereka meyakini bahwa orang tua leluhur mereka adalah seorang wali Alloh yang menyebarkan ajaran agama islam di daerah tersebut.

Dan masyarakat menyebutkan bahwa orang yang pertama kali membangun Kampung Cikondang ini adalah leluhur mereka yang dikenal dengan sebutan Uyut Pameget dan Uyut Istri.

Dan di tempat ini pulalah masyarakat sekitar percaya bahwa kedua eyang ini mengakhiri hidupnya dengan tidak meninggalkan jejak alias “Tilem“.

Sementara untuk waktu mulai kapan perkampungan cagar budaya di bandung jawa barat ini mulai ada, berdasarkan penuturan tokoh masyarakat adat Kampung Cikondang, bahwa bumi adat ini sudah berusia tidak kurang dari 200 tahun lamanya.

Dengan demikian, waktu datang pertama kali leluhur eyang pemeget dan eyang istri di sini diperkirakan terjadi di awal abad ke 19, atau sekitar tahun 1.800 masehi.

Saat ini kepercayaan masyarakat Kampung Adat Cikondang sendiri adalah beragama islam, namun di dalam kehidupan sehari-harinya masih tetap mempercayai kehadiran roh-roh leluhur mereka.

Mereka sangat mempercayai bahwa peran dari para leluhurlah yang selama ini melindungi mereka dari segala persoalan serta marabahaya yang akan menimpa mereka.

Kuncen Kampung Adat Cikondang

Dan anda perlu tahu sahabat traveler’s, Kehadiran Kuncen di Kampung Adat Cikondang ini sangat begitu besar pengaruhnya terhadap kehidupan di masyarakat kampung cikondang ini.

Hingga saat ini tercatat baru ada 5 kuncen yang tugasnya menjaga dan memelihara bumi adat yaitu Ma Empuh, Ma Akung, Ua Idil, Anom Raya dan Aki Emen.

Pemilihan kuncen sendiri tidak sembarang dilakukan karena harus melewati persyaratan seperti harus seorang lelaki dengan memiliki ikatan darah alis masih keturunan leluhur, dan berdasarkan wangsit.

Ritual pergantian kuncen ini biasanya terjadi diawali dengan hilangnya “Cincin Walung” milik si kuncen, dan yang menemukannya maka otomatis menjadi generasi kuncen yang baru.

Untuk mengenali seoarng kuncen di kampung adat cikondang ini cukup mudah, karena setelah terpilih sang kuncen dalam hidup kesehariannya harus memakai pakaian adat sunda lengkap dengan iket kepalanya.

Ciri Khas Kampung Adat Cikondang

Sahabat traveler’s, jika anda bertanya, apa sih daya tarik wisata yang bisa anda temukan dan nikmati jika berkunjung ke Kampung Adat Cikondang di pangalengan ini ?

Nah, jika anda mau tahu, di bawah ini kang dian akan barikan alasan kenapa anda wajib mengunjungi lokasi wisata ini yang daya tariknya tidak kalah dengan sejumlah Tempat Wisata di Bandung yang Baru dan Bagus.

1.Bumi Adat Cikondang

Sahabat traveler’s, Pada permulaan berdirinya, model bangunan di Cikondang ini merupakan pemukiman dengan konsep arsitektur tradisional sunda seperti yang bisa anda lihat pada model bangunan Bumi Adat.

Konon sekitar tahun 40’an, di Kampung Adat Cikondang ini terdapat tidak kurang 60 puluh rumah. Namun di Sekitar tahun 1942 terjadi kebakaran hebat yang mmana enghanguskan semua rumah kecuali Bumi Adat.

Sementara penyebab atau alasan dari kebaran tersebut, hingga saat ini tidak diketahui oleh masyarakatnya sendiri.

Namun yang berkembang, ada cerita bahwa karena kampung Cikondang ini dulunya dijadikan persembunyian atau markas para pejuang yang berusaha membebaskan diri dari cengkeraman Belanda.

Oleh karenanya sangat memungkinan jika tempat itu diketahui Belanda lalu dibumihanguskan dengan cara dibakar.

Nah selanjutnya diceritakan ketika masyarakat di sana ingin membangun kembali rumahnya, namun terkendala bahan-bahan untuk membuat rumah seperti Bumi Adat yang berarsitektur tradisional membutuhkan bahan cukup banyak.

Sementara bahan bangunan yang tersedia di hutan keramat tidak memadai, akhirnya mereka memutuskan untuk membangun rumahnya dengan arsitektur yang umum, yang sesuai dengan kemajuan kondisi saat itu.

Namun sebelum melakukan itu, Keinginan sebagaian besar masyarakat Kampung Adat Cikondang ini disampaikan oleh Anom Idil (kuncen) kepada karuhun di makam keramat terlebih dahulu.

Dan singkat cerita, Permohonan merekapun akhirnya dikabulkan dan diizinkan mendirikan rumah dengan arsitektur umum kecuali Bumi adat yang harus tetap dijaga kelestariannya sampai kapanpun.

Akhirnya keberadaan Bumi Adat masih tetap utuh seperti dulu pertama berdiri karena Bumi Adat dianggap merupakan “lulugu” (biang) atau rumah yang harus dipelihara dan dilestarikan.

2.Design Kampung Adat Cikondang Yang Unik

Sahabat traveler’s, konsep permukiman masyarakat di Kampung Cikondang adalah berkelompok, dengan Rumah-rumah tinggal yang lokasinya berada di lereng bukit.

Tingkatan tertinggi pemukiman kampung adalah berada di sebelah selatan pemukiman penduduk,  yaitu bumi adat dengan keletakkan bangunan dari arah utara selatan serta orientasi rumah kearah utara.

3.Bentuk Bangunan Bumi Adat Cikondang Yang Tradisional

Sahabat traveler’s, bentuk rumah Panggung (ada kolong), merupakan salah satu ciri khas rumah adat sunda di daerah Jawa Barat.

Bentuk bangunan Bumi Adat ini adalah mempunyai bentuk atap suhunan jolopong (suhunan lurus) yakni bentuk atap yang terdiri dari dua bidang atap yang terdiri dari dua bidang atap.

Kedua bidang atap ini dipisahkan oleh jalur bubungan (suhunan) di bagian tengah bangunan rumah.
Pintu muka rumah ini dikenal dengan bentuk buka palayu yakni letak pintu sejajar dengan salah satu sisi bidang atap.

Dengan demikian jika sahabat traveler’s lihat dari arah depan, maka akan tampak dengan jelas keseluruhan garis suhunan yang melintang dari kiri ke kanan.

Dihalaman bumi adat terdapat bangunan pelengkap antara lain lumbung padi (leuit), kolam, jamban atau kamar mandi.

Leuit ini terletak di depan (timur laut) rumah, sedang kolam dan kamar mandi/jamban terletak di sebelah timur rumah, serta saung lisung (tempat menumbuk padi).

Untuk bahan bangunan rumah yang dipakai di Kampung Cikondang saat ini adalah menggunakan bahan baku Bambu dan kayu, meski ada juga yang sudah permanent.

5.Pantangan/Hal Tabu Di Kampung Adat Cikondang

Sahabat traveler’s, jika anda berniat datang ke sini, ada beberapa pantangan atau hal tabu yang berlaku di masyarakat kampung Cikondang yang harus anda ketahui.

Pantangan atau hal tagu ini khususnya larangan saat pelaksanaan acara upacara adat Musiman, seperti :

  1. Melangkahi nasi tumpeng saat upacara berlangsung. Begitu juga konca, susudi, dan takir.
  2. Menendang duwegan, terutama duwegan untuk keperluan sajian (sajen), yang melanggar akan mendapatkan musibah. Pernah ada kejadian, si pelanggar mendapatkan musibah tabrakan yang membuat kakinya cacat seumur hidup.
  3. Masyarakat yang mencari daun pisang Manggala ke hutan untuk keperluan upacara adat harus bersama-sama, jika dilakukan sendiri akan tersesat walaupun sebelumnya menguasai kawasan hutan di daerahnya.
  4. Dilarang Pergi ke hutan pada hari Kamis.
  5. Duduk Berselonjor kaki clad arah utara ke selatan.
  6. Buang air kecil tidak boleh mengarah ke selatan, harus ke utara. Ke arah barat dan timur kurang baik.
  7. Dilarang Menginjak parako; wadah atau alas hawu (perapian) sekaligus pemisah dengan bagian luar.
  8. Dilarang Menginjak bangbarung (bagian alas pintu).
  9. Dilarang Melakukan kegiatan di hari Jumat dan Sabtu, kecuali hari Sabtu untuk penetapan hari H upacara.
  10. Dilarang menumbuk padi lulugu pada hari Selasa dan Jumat. Menumbuk padi lulugu harus dilakukan pada tanggal 13 Muharam.
  11. Rumah penduduk dilarang menghadap ke arah Bumi Adat, kecuali perumahan di seberang jalan desa.
  12. Dilarang berziarah pada hari Jumat dan Sabtu.
  13. Dilarang masuk Bumi Adat Kampung Adat Cikondang bagi Wanita datang bulan (haid) dan yang sedang nifas.
  14. Dilarang ada barang pecah belah dan barang-barang elektronik (modern) seperti radio, listrik, dan televisi.
  15. Bumi Adat tidak boleh memakai kaca, dan menambah dengan bangunanlain.
  16. Dilarang mencicipi Makanan yang dimasak untuk keperluan upacara adat.
  17. Dilarang menginjak kayu bakar yang akan digunakan untuk bahan bakar hawu dalam pembuatan tumpeng lulugu.
  18. Tidak boleh menjatuhkan Daun pisang Manggala yang dipetik dari hutan keramat.
    -Dilarang Mengambil bahan makanan yang tercecer dan dimasukkan kembali ke tempatnya.
  19. Dilarang Berkata kasar atau sompral.
    -Dilarang Menyembelih ayam, selain ayam kampung.

Nah sahabat traveler’s, itulah beberapa hal yang menjadi pantangan berupa kepercayaan masyarakat daerah Kampung Adat Cikondang yang wajib anda ketahui.

Banyak hal menarik lainnya yang merupakan Ciri Khas dari Kampung Adat Cikondang yang bisa anda saksikan sendiri jika berkunjung ke sana seperti :

Adanya upacara adat yang dilakukan setiap tanggal 15 muharam dengan tujuan syaukuran kepada yang maha kuasa, kemudian ada juga berbagai kegiatan seperti ngaruat lembur, rasulan, ngabungbang, tirakatan, upacara kematian dll.

Selain itu juga, masyarakat kampung cikondang ini sangat memegang teguh pesan turun temurun dari nenek moyang mereka seperti Empat pesan dari kabuyutan sebagai berikut:

1.Atap rumah tidak boleh menggunakan genting dan rumah harus menghadap ke utara.

Maknanya : jangan lupa akan asal muasal kejadian bahwa manusia dari tanah dan mati akan menjadi tanah. Maksudnya jangan sampai menjadi manusia yang angkuh, sombong, dan takabur.

2.Jika ibadah haji harus menjadi haji yang mabrur yaitu haji yang mempunyai kemampuan baik lahir maupun batin.

3.Tidak boleh menjadi orang kaya. Maknanya : sebab menjadi orang kaya khawatir tidak mau bersyukur atas nikmat dari Tuhannya.

4.Tidak boleh menjadi pejabat di pemerintahan. Maknanya : takut menjadi pejabat yang tidak dapat mengayomi semua pihak.

Fasilitas Wisata Kampung Adat Cikondang

Sahabat traveler’s, di dalam areal kawasan kampung Adat Cikondang terdapat fasilitas umum yang bisa anda gunakan ketika berkunjung liburan ke sana.

Diantaranya terdapat 2 buah mesjid modern, tempat madi cuci kakus berupa pacilingan, jalan desa dan masih banyak yang lainnya.

Kegiatan Wisata Menarik di Kampung Adat Cikondang

Sahabat traveler’s, bagi anda wisatawan yang gemar berburu wisata kuliner, jika anda datang ke sini, maka anda akan menemukan tidak kurang dari 45 jenis makanan khas masyarakat Kampung Adat Cikondang.

Makanan-makanan tersebut diantara adalah seperti misalnya makanan dari ketan opak, ranginang, Klontong, teng-teng, ampenag dan masih banyak yang lainnya.

Makanan Khas Bandung di atas pada umumnya akan disajikan masyarakat setempat ketika menjamu tamau yang datang ke kampung mereka.

Harga Tiket Masuk Kampung Adat Cikondang

Sahabat traveler’s, untuk memasuki tempat wisata cagar budaya di pangalengan Kabupaten Bandung ini, setiap pengunjung tidak dikenakan biaya masuk alias Gratis.

Alamat Desa Kampung Adat Cikondang

Alamat Situs Rumah Adat Cikondang ( Benda Cagar Budaya ) adalah di Kampung Cikondang Desa Kumajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Indonesia.

Nomer Telepon Info Wisata Kampung Adat Cikondang

Sahabat traveler’s, untuk informasi wisata seperti sejarah/ asal usul, kegiatan wisata dan info untuk pembuatan makalah kampung cikondang, di sini belum tersedia pusat informasi layanan kontak telepon.

Jam Buka Kampung Adat Cikondang

Kampung Cikondang ini terbuka untuk umum seperti halnya sebuah desa lainnya di indonesia, dan buka setiap hari dan untuk mengaksesnya bisa anda lakukan selama 24 jam.

Peta Lokasi Kampung Adat Cikondang

Silahkan anda bisa lihat di sini.

Nah sahabat traveler’s, demikianlah informasi seputar Tempat Wisata di Bandung yang wajib anda kunjungi, khususnya yang berada di wilayah pangalengan Kabupaten Bandung.

Apakah anda tertarik untuk mengunjunginya ketika waktu liburan mendatang ? atau anda juga penasaran untuk menjajal sejumlah Tempat Wisata di Bandung yang Baru dan tengah populer saat ini ?

Jika iya, sebelum menutup tulisan seputar Tempat Wisata Benda Cagar Budaya di Bandung selatan ini, kang dian akan berikan sedikit Tips Wisata ke Bandung yang Murah dan Tepat bagi anda.

Tipsnya adalah mulai sekarang ada tidak boleh ragu untuk segera dapatkan jasa perjalanan wisata ke bandung yang murah dari Tour Travel Bandung, dan buktikan bahwa liburan ke bandung itu mudah dan murah serta tidak repot.

Dapatkan penawaran dan promosi Harga Paket Wisata Bandung yang sangat terjangkau dan cocok bagai anda seperti paket Tour Bandung yang populer Paket Wisata Bandung 2 Hari 1 Malam dan Paket Wisata Bandung 3 Hari 2 Malam.

Nah sahabat traveler’s, demikianlah bahasan kita kali ini, yang membedah seputar asal usul sejarah, ciri khas sebuah Tempat Wisata Budaya di Bandung selatan yang terkenal dengan Benda Cagar Budaya Situs Rumah Kampung Adat Cikondang.

Kampung Adat Cikondang
Kampung Adat Cikondang Pangalengan Bandung Selatan

Place Name: Kampung Adat Cikondang

Place Description: Tempat Wisata Budaya dan Sejarah di desa Lamajang Pangalengan Kabupaten Bandung

More...

  • Kampung Adat Cikondang
  • Fasilitas
  • Akses

Ringkasan

Nama : Kampung Adat Cikondang
Alamat : Kp.Cikondang Ds Lamajang Bdg
No Tlp : -
Jam Buka : Senin-Minggu,24 Jam
Harga Tiket Masuk : Gratis
Fasilitas : Mesjid, Jalan,MCK dll

4.3
User Rating 0 (0 votes)
Sending
Comments Rating 0 (0 reviews)
loading...